Cerita Bergambar di Sekitar Kita
Apa Itu Cerita Bergambar?
Cerita bergambar adalah cerita yang disertai gambar untuk membantu pembaca memahami isi cerita. Gambar dan teks bekerja sama untuk menyampaikan pesan, peristiwa, dan tokoh dalam cerita.
Contoh cerita bergambar dapat ditemukan pada:
- Komik
- Buku cerita anak
- Majalah anak
- Poster cerita
- Media digital dan internet
Unsur-unsur cerita bergambar
1. Tokoh
Orang, hewan, atau makhluk yang mengalami peristiwa dalam cerita.
2. Latar
Tempat dan waktu terjadinya cerita.
3. Alur
Urutan peristiwa dari awal, tengah, hingga akhir cerita.
4. Tema
Gagasan utama atau pesan yang disampaikan.
5. Amanat
Pelajaran yang dapat diambil dari cerita.
Cara Memahami Cerita Bergambar
- Amati gambar dengan teliti.
- Baca teks atau percakapan yang ada.
- Tentukan tokoh dan latar cerita.
- Urutkan peristiwa yang terjadi.
- Temukan pesan atau amanat cerita.
Bacalah cerita bergambar berikut ini
Kupu-Kupu Mira
Oleh Darwanto
Mira dan keluarganya tinggal di sebuah rumah susun di lantai tujuh. Rumah susun itu berada di Kota S. Mira, gadis berusia 10 tahun, sangat suka membaca dan mendengarkan cerita. Setiap bulan, Mama selalu membelikan Mira buku baru untuk dibaca. Kamar Mira sudah mirip perpustakaan, penuh dengan buku.
Dari sekian banyak buku, Mira paling suka Ensiklopedia Keragaman Hayati. Dari buku itu, Mira mempelajari dan mengamati aneka ragam flora dan fauna. Mira sangat menyukai tumbuhan dan binatang. Sayangnya, ia tinggal di sebuah rumah susun di lantai tujuh.
Pemilik rumah susun melarang para penghuni memelihara binatang. Binatang bisa menimbulkan bau dan suara berisik. Rumah susun tempat tinggal Mira juga tidak memiliki halaman. Ia tidak bisa menanam banyak bunga atau sayuran seperti yang ada dalam buku ensiklopedianya. Bagi Mira, hal itu sangat menyedihkan.
Suatu ketika, Mira bertanya kepada Mamanya, "Ma, aku ingin sekali melihat wujud asli kupu-kupu. Aku hanya bisa melihatnya dari buku atau video. Di mana aku bisa melihatnya, Ma?"
Mama menatap Mira dengan wajah sedih. "Untuk melihat kupu-kupu, kita harus pergi ke taman bunga atau ke hutan," balas Mama.
"Namun, tidak ada taman di dekat tempat tinggal kita. Hutan juga sangat jauh," sahut Mira.
"Mama akan menyampaikan kepada Papa. Kalau Papa luang, Papa bisa mengajak kita jalan-jalan. Kita bisa ke taman atau ke hutan."
Mira bersorak girang. Namun, setelah hari berganti, ternyata Papa masih saja sibuk. Berkali-kali Mira menagih janji Papa untuk melihat kupu-kupu. Mama tak bisa berbuat banyak.
Hingga suatu siang, Mama membawa akuarium mini berisi tiga ekor ulat.
"Mengapa Mama membawa ulat ke rumah?" protes Mira.
"Bukankah kamu bilang ingin melihat kupu-kupu?" jawab Mama.
Mira mengangguk. Kini ia mengerti alasan Mama membawa ulat ke rumah. Di buku Ensiklopedia Keragaman Hayati yang ia baca, kupu-kupu berasal dari telur. Telur berubah menjadi ulat. Kemudian ulat bermetamorfosis menjadi kepompong hingga akhirnya berubah menjadi kupu-kupu.
Mira tidak sabar ingin melihat ulat-ulat itu menjadi kepompong.
"Butuh waktu berapa lama, Ma, sampai ulat itu menjadi kupu-kupu?"
"Mungkin sekitar sepuluh sampai lima belas hari," jawab Mama.
"Lama, ya!" gumam Mira.
"Begitulah. Saat menjadi kepompong, ulat-ulat itu berpuasa, tidak makan dan tidak minum. Ulat-ulat itu sedang bersiap berubah wujud dari yang menjijikkan menjadi sesuatu yang indah. Untuk menjadi indah, kita semua harus belajar berpuasa, menahan diri, dan bersabar."
Mira mengangguk, mencoba memahami kata-kata Mama.
Setiap pagi Mira memandangi akuarium itu. Setelah beberapa hari, ulat-ulat tersebut menggantung di salah satu ranting.
"Ulatnya sudah mulai jadi kepompong, Ma!" pekik Mira.
Mira terus menunggu dari hari ke hari. Pada hari kelima belas, keluarlah kupu-kupu dari dalam kepompong. Mira begitu takjub melihat kupu-kupu itu mengepakkan sayap-sayapnya yang indah. Warna sayapnya hitam kebiru-biruan dengan bulatan-bulatan tak beraturan berwarna kuning terang.
Mira membuka akuarium mini itu perlahan. Ia ingin kupu-kupu tersebut bisa terbang lebih bebas di kamarnya.
Mira bersorak kegirangan. Salah satu kupu-kupu mengepakkan sayapnya perlahan. Lalu, kupu-kupu itu hinggap di dinding sebelah lemari.
Namun, kegembiraan Mira tiba-tiba terhenti. Seekor cecak besar merayap dari belakang lemari. Dalam hitungan detik, cecak itu menangkap kupu-kupu bersayap mungil tersebut.
Mira tercengang. Kejadian itu berlangsung sangat cepat. Dalam hitungan detik, kupu-kupu itu kehilangan hidupnya.
Rasa sedih menyergap Mira secara tiba-tiba. Dengan tangan gemetar, Mira meraih akuarium mini di hadapannya. Ia ingin membawa kupu-kupu yang tersisa keluar dari rumah susunnya.
Ia ingin melepaskan kupu-kupu itu ke alam bebas. Biarkan kupu-kupu tersebut menemukan tamannya sendiri. Di sana tentu akan lebih aman.
Dengan langkah kaki yang goyah, Mira berjalan keluar kamar sambil memeluk akuarium mini yang berisi seekor kupu-kupu yang telah menetas sempurna.
Soal Uraian
- Siapakah tokoh utama dalam cerita "Kupu-Kupu Mira"?
- Di mana Mira dan keluarganya tinggal?
- Apa yang paling disukai Mira?
- Mengapa Mama membawa tiga ekor ulat ke rumah?
- Apa pesan yang dapat kamu ambil dari cerita "Kupu-Kupu Mira"?
.jpg)
.png)
Posting Komentar untuk "Cerita Bergambar di Sekitar Kita"
Posting Komentar