Raka dan Misteri Klip Kertas yang Menari

 


Pada suatu pagi, Raka sedang merapikan meja belajarnya. Tiba-tiba ia melihat beberapa klip kertas bergerak saat berada dekat sebuah benda kecil berwarna merah.

"Hah? Kenapa klip kertasnya bisa bergerak sendiri?" gumam Raka heran.

Raka mengambil benda merah itu. Ternyata benda tersebut adalah magnet yang pernah dibelikan ayahnya.

Karena penasaran, Raka membawa magnet itu ke sekolah. Saat pelajaran IPAS, Bu Santi sedang menjelaskan tentang gaya magnet.

"Bu, kenapa magnet bisa menarik klip kertas?" tanya Raka.

Bu Santi tersenyum. "Pertanyaan bagus. Magnet memiliki gaya magnet yang dapat menarik benda tertentu, seperti besi dan baja."

Sepulang sekolah, Raka mengajak sahabatnya, Nisa, melakukan percobaan sederhana di rumah.

"Ayo kita coba benda-benda yang ada di sekitar sini!" kata Raka.

Mereka mengumpulkan berbagai benda: paku, pensil, penghapus, sendok plastik, koin, dan klip kertas.

Raka mendekatkan magnet ke paku.

"Klik!"

Paku langsung menempel.

"Wah, berhasil!" seru Nisa.

Mereka mencoba benda lain satu per satu. Klip kertas dan beberapa koin tertarik oleh magnet. Namun, pensil, penghapus, dan sendok plastik tidak bergerak sama sekali.

"Kenapa tidak semuanya bisa ditarik?" tanya Nisa.

Raka mengangkat bahu. Ia juga penasaran.

Keesokan harinya, mereka kembali bertanya kepada Bu Santi.

"Magnet hanya menarik bahan tertentu yang mengandung logam seperti besi, baja, nikel, atau kobalt," jelas Bu Santi. "Benda dari kayu, karet, atau plastik biasanya tidak tertarik magnet."

Raka dan Nisa mengangguk mengerti.

Beberapa hari kemudian, sekolah mengadakan lomba membuat alat sederhana. Raka dan Nisa ingin membuat alat pengambil paku yang jatuh di halaman bengkel sekolah.

Namun, saat mencoba mengumpulkan paku yang berserakan, magnet mereka terasa kurang kuat.

"Waduh, paku yang jauh tidak bisa tertarik," kata Nisa.

Raka berpikir keras. Ia lalu teringat penjelasan Bu Santi tentang kutub magnet.

Mereka mencoba menggunakan dua magnet sekaligus. Saat kutub yang berbeda didekatkan, kedua magnet saling menarik dan dapat digunakan bersama untuk mengumpulkan lebih banyak paku.

"Hebat! Sekarang lebih mudah!" kata Raka senang.

Dalam lomba tersebut, alat mereka berhasil membersihkan paku-paku kecil dengan cepat dan aman. Guru-guru pun kagum.

"Kalian memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari," puji kepala sekolah.

Dalam perjalanan pulang, Nisa berkata, "Ternyata belajar sains itu seru ya. Kita bisa memahami benda di sekitar kita."

"Iya," jawab Raka. "Semakin banyak bertanya, semakin banyak hal menarik yang bisa kita temukan."

Sejak saat itu, Raka semakin gemar melakukan percobaan sederhana. Ia sadar bahwa banyak rahasia alam yang bisa dipahami melalui rasa ingin tahu dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Bacalah Komik di bawah ini!

 

Infografis

Setelah membaca komik di atas, agar lebih memahami materi, bacalah infografis berikut: 

Video Pembelajaran

 Simaklah video pembelajaran di bawah ini


Latihan

Kerjakan latihan soal dibawah ini! 


 


Posting Komentar untuk "Raka dan Misteri Klip Kertas yang Menari"